Syirik Maret 31, 2010
Posted by Nugraha Perdi in agama.trackback
Fasilitas yang diberikan Tuhan pada manusia amatlah sempurna, berbeda dengan makhluk selain manusia. Salah satu pembedanya yaitu fasilitas akal budi dengan berbagai fakultasnya. Maka Maha Adil Tuhan yang telah menganugerahkan jabatan kepada manusia sebagai “wakil-Nya” di muka bumi akibat betapa sempurnanya fasilitas yang dimiliki manusia. Berkaitan dengan hal itu, syirik yang sering diidentikan dengan penyekutuan Tuhan adalah dosa yang tak terampuni. Manusia yang melakukan dosa macam ini terancam hukuman maha berat, akibat perbuatannya yang rela diperbudak oleh sesama makhluk Tuhan, padahal sudah dikatakan diawal bahwa manusia adalah wakil-Nya sehingga ketika dia rela menyembah sesuatu selain Tuhan berarti dia dengan sengaja membiarkan dirinya untuk dijajah oleh sesama makhluk Tuhan dan dengan sendirinya derajat dia sebagai manusia sudah terjatuh. Bagaimana tuhan mengampuni dosa ini jika manusia itu sendiri merasa suka rela diperbudak dan dijajah oleh sesama makhluk Tuhan yang amat lemah. Maha Suci Tuhan dari segala keburukan dan kekurangan..
Syirik merupakan penyakit paling kronis yang menghinggapi manusia, bahkan lebih parah daripada kanker dan tumor yang paling ganas sekalipun, bisa dipastikan orang yang berbuat syirik berarti orang berpenyakitan baik fisik ataupun non-fisik. Tubuhnya penuh racun berbisa. Bagaimana tidak, dia secara sadar menjatuhkan dirinya sendiri baik fisik dan non-fisik jauh terlempar melampaui batas nilai kemanusiaan secara hakiki, lebih rendah daripada makhluk ter-rendah, lebih sakit daripada makhluk tersakit dan lebih jahat daripada makhluk terjahat. Maka Puji Tuhan atas Segala KaruniaNya.
Karunia Nya atas dia (manusia) sebagai makhluk tertinggi di semesta raya telah diabaikan secara total dan sadar, maka pantaslah kondisi tersebut menyeret dia pada penderitaan yang tanpa ujung yang semakin jauh dari pengampunanNya yang tanpa batas. [perdi.]

Komentar»
No comments yet — be the first.