jump to navigation

KOntemplasi 4 April 15, 2009

Posted by Nugraha Perdi in Cerita.
trackback

kontemplasi41Atas petunjuk si penjual firman Tuhan merekapun sampai disebuah tempat peribadatan, dan ditempat itu pula mereka bertemu dengan ustadz keramat yang fatwa-fatwanya sangat dipatuhi oleh setiap orang, lantaran dia mempunyai ilmu yang mendalam. Dalam menjelaskan tentang sesuatu, sudah dapat dipastikan dia akan menggunakan kitab suci dan keterangan lain yang tidak bisa diganggu gugat. Bicaranya sangat pandai, penampilanya-pun mengundang simpati dan rasa segan dari setiap orang yang berjumpa dengan dia, bagaimana tidak, jubah putih yang panjang, kepalanya diikat seperti obat nyamuk, tidak lupa sorban yang menggelantung dipundaknya membelit leher, janggut lebat yang hamper nyambung sampai godeg, benar-benar mencirikan orang yang soleh dan berilmu tinggi. Ia mempunyai banyak murid, yang sebagian besar muridnya adalah anak-anak seusia Sekolah Dasar selebihnya seusia SMP. Jika ada permasalahan dalam hal keagamaan, dia akan jawab dengan sangat mudah dan singkat lantaran ilmunya itu. Jangankan masalah agama, masalah politik social dan budaya-pun dia sanggup menjawab setiap permasalahannya. Bisa dibayangkan, apalagi ini yang menyangkut masalah Tuhan, yang sangat mendasar dalam hal keagamaan, dalam pemecahannya bisa sambil merem saja sudah dipastikan beres dan tuntas. Dan akhirnya perbincangan-pun sudah tidak bisa ter-elakan lagi;

 

Ust. Keramat : ”ada maksud apa gerangan saudara datang kemari?”

Senior           : ”begini pak, kami mendapat informasi dari seorang pedagang kitab, bahwa anda adalah orang yang ahli dibidang ini”.

Ust. Keramat : ”Bidang apa yang saudara maksud?”. dengan cepat junior menjawab

Junior           : ”bidang ketuhanan pak”. Dengan nada heran dan sedikit emosi  ustadz jawab;

Ust. Keramat : ”Apa…??!!,emang tuhan punya bidang apa?, awas…!! hati-hati kalau bicara. Tuhan itu Maha Suci, Maha Mulia, Maha Pengasih dan sangat Sakral, jadi tidak boleh sembarangan ngomong tentang Dia. Kalau anda berbicara sembarangan, maka anda akan celaka. Anda akan tergolong dengan orang-orang musyrik yang menyekutukan Tuhan. Dan dosa musyrik itu adalah dosa yang paling besar yang tidak bisa terampuni, jika kalian melakukannya, maka kalian akan menjadi penghuni neraka jahanam yang amat panas selama-lamanya alias abadi”… disela pembicaraan tiba-tiba Senior mengacungkan tangan dengan maksud memotong pembicaraan ust. Keramat yang sudah sampai akhirat itu.

Senior          : ”Euu…maksud kami datang kesini, mau mencari informasi tentang Tuhan, barangkali bapak ust. Keramat bisa bantu kami…?!, kami sudah berusaha sekuat tenaga dan pikiran kami untuk mencari informasi sekaligus fakta tentang-Nya, dengan maksud supaya kami bisa mencintai Dia sepenuh dan setulus hati kami. Biarkanlah kami menjadi saksi atas keagungan-Nya”.

Ust. Keramat : ”Ooh…kalau begitu saya sampaikan sebuah informasi tentang-Nya. Bahwa Dia itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Dia tidak beranak dan diperanakan, dia juga berbeda dengan selain-Nya, Dia itu Maha perkasa yang menciptakan langit, bumi beserta isinya, jadi anda-anda sekalian wajib menyembah-Nya, titik”.

Senior           : ”lalu bagaimana anda bisa menjelaskan bahwa Dia itu adalah Esa sedangkan keberadaan-Nya pun belum anda jelaskan. Kenapa Dia harus ada?, dimana dia?, kenapa dan buat apa Dia menciptakan kita semua?…”.

Ust. Keramat : ”Bertobatlah wahai engkau hamba-hamba tuhan…saya ingatkan kalian sekali lagi, kalian bisa terjerumus kedalam api neraka yang paling dalam dan panas. Sebaikanya kalian sudahi saja usaha kalian untuk bertanya tentang Tuhan. Lebih baik urusi saja diri kalian masing-masing, carilah kebahagian hidupmu didunia ini dengan memperbanyak ibadah kepada-Nya. Jangan sia-siakan hidup ini yang sudah diberikan Tuhan pada kita semua”.

Senior           : ”bagaimana saya bisa beribadah dengan fokus…sedangkan yang saya ibadahi-pun saya tidak kenal bahkan tidak tahu sama sekali”. Dan juniorpun mencoba menambahkan argumentasinya.

Junior            : ”engkau betul wahai senior..pepatah lama-pun bilang tak kenal makanya tak sayang dan tak sayang makanya tak cinta. Nah, kalau kita ga kenal sama Dia bagaimana Dia bisa sayang sama kita”.

Ust. Keramat : ”Ok, kalau kalian tetap seperti itu kalian akan mendapat azab dari Tuhan, kalian akan dimasukan kedalam lautan api neraka yang sangat panas, tubuh kalian akan disetrika, dibakar dan dipotong-potong. Hidup kalian didunia inipun tidak akan mendapat berkah dari Tuhan lantaran kelakuan kalian yang melecehkan Tuhan itu, pergi kalian dari sini, saya tidak mau melihat orang-orang kafir seperti kalian…!!!”.

Senior          : ”Pak Ustaz Keramat salah jika bapak mengira bahwa saya akan takut dengan kutukan bapak. Lagian saya-pun masih belum mengerti tentang neraka, buat apa tuhan menciptakan tempat seperti itu, bukankah Dia itu maha pengasih seperti yang bapak bilang, lalu kenapa dia menyiksa sebegitu parahnya. Andaipun saya masuk neraka seperti yang bapak maksudkan, saya akan sangat merasa rela dan bahagia asalkan yang memasukan saya ke neraka adalah Tuhan dan bukanya bapak ustaz”. Dengan nada tenang junior menambahkan;

Junior           : ”anda tenang aja pak ustaz..!, Tuhan akan mengampuni kami. Mari senior, kita pamit”.

Ust. Keramat : ”Hei…jangan kurang ajar ya, Tuhan tidak akan mengampuni kalian…kalian berdua sama saja seperti Kepala Suku Brenye dari pulau capung yang Atheis itu..kalian semua termasuk orang-orang kafir nan musyrik yang dikutuk Tuhan. Sialan loh…!!”. Teriak pak ustaz keramat kepada mereka yang sedang berjalan meninggalkan tempatnya sambil menunjukan tangannya kepada mereka berdua.

 

Akhirnya, merekapun pergi meninggalkan tempat ustaz keramat itu setelah kenyang dikutuk abis-abisan plus usiran secara tidak hormat…[perdi]

 

 

Bersambung….

Komentar»

No comments yet — be the first.