Kearifan “islam sekuler” ala Cak Nur November 11, 2008
Posted by Nugraha Perdi in agama.trackback
Mendengar kata sekuler pasti orang menganggap itu sesat. Karena sekuler mengandung makna umum sebagai pemisahan antara agama dan negara atau selain agama. Agama tidak mempunyai otoritas untuk mengatur kehidupan suatu masyarakat bernegara. Pandangan ini mebuat masyarakat khususnya masyarakat islam “trauma” dengan kata sekuler. Islam kan agama Rahmatan lil’alamin…
Berbeda dengan Cak Nur yang sangat memuji keanekaragaman bangsa/ budaya indonesia. Bicara indonesia berarti bicara budaya banget. Ia mengambil kata sekuler dengan maksud untuk memurnikan agama islam dan bukan sebaliknya. Dengan ikhtiar pemikirannya ia ingin memisahkan mana agama islam dan mana budaya atau selain islam. Bukanya memisahkan secara total hubungan islam dengan yang lainya.
Walaupun saya bukan Nurcholisme, tapi saya mandang pemikiran ini cukup arif dan bijaksana…
Dan tidak sepadan dengan berbagai sebutan negatif yang ditempelkan kepadanya. Barangkali, untuk masalah itu, terletak pada keterbatan pemikiran kita dalam mempersepsi pemikiran seorang Nucholish Madjid.
Komentar»
No comments yet — be the first.