jump to navigation

Wilujeung Boboran September 30, 2008

Posted by Nugraha Perdi in agama.
1 comment so far

Alhamdulillah…Puji + syukur Selamanya akan tetap milik Allah SWT yang telah memberikan berjuta nikmat dan karuniaNya.

Ya Allah.Ampunilah Dosa hambaMu ini…

Ya Robb..Panjangkanlah usiaku hanya semata untuk mencari ridoMu hingga aku dipertemukan kembali dengan RamadhanMu yang Suci..Amin.

——-

Main Hati;di Bulan Ramadhan September 17, 2008

Posted by Nugraha Perdi in agama.
add a comment

sudah merupakan “tradisi” tahunan bagi umat muslim di indonesia khususnya, ketika akan datangnya Bulan Ramadhan maka segala aktifitas keseharian diluar bulan ramadhan diusahakan/ disetting sedemikian rupa sehingga terlihat berbeda dengan aktifitas keseharian dibulan ramadhan. Misalnya saja dalam hal penyambutan bulan ramadhan, biasanya diawali dengan acara “munggahan”. Dimesjid-mesjid terdengar suara ‘bedug’, tak tertinggal suara, canda dan tawa anak-anak menghiasi halaman mesjid. dan dilanjutkan dengan shalat sunat tarawih perdana yang biasanya mesjid besar maupun kecil mendadak menjadi penuh sesak.

Hal demikian hanya sebagian aktifitas saja, yang selalu terjadi diBulan Suci ini. Lalu apa hubungannya antara aktifitas tersebut diatas dengan maksud Tuhan memberi perintah kepada manusia untuk shaum dibulan suci ini. Secara “kasar”, kalo ga da hubunganya buat apa kita beraktifitas seperti itu…he…he..??!!!.

Sungguh sangat menarik bagi saya untuk memecahkan “teka-teki” ini. Untuk memasuki bulan Suci ini, ibarat kita akan memasuki “ruangan bebas debu”, ruangan yang sangat bersih. bagaimanapun caranya agar tidak mengganggu keindahan ruangan tersebut, maka diusahakan sebelum masuk kita harus berusaha keras untuk menghilangkan kotor yang melekat dibadan. Barangkali, hal ini berkaitan dengan acara “munggahan”. Munggahan merupakan bentuk usaha keras untuk “unggah”= naik (bhs. Sunda) dari yang kotor ke yang bersih, yang biasanya ditandai dengan saling memaafkan antar sesama khususnya keluarga (Hablumminannaas).

OK, Sudah cukup kita main fisik (nakol bedug, tarawih, canda, lapar, haus dsb), sekarang tinggal Main Hati, bagaimana kita mengisi aktifitas fisik dengan suasana Hati yang Riang karena CINTA kepada Allah dan RosulNya. Mulai dari meminta maaf dan memaafkan sesama, sebagi modal awal untuk memasuki “ruangan bebas debu”, yang juga biasanya hal ini dilakukan diakhir bulan suci/ idul fitri sambil nangis-nangis. Yang menarik bagi saya dari hal saling memaafkan yaitu ketika ada sesuatu hal yang mengganjal dalam hati yang membuat kita enggan meminta atau memberi maaf. Hal tersebut merupakan masalah besar bagi hati. Kita sering memandang masalahnya terdapat pada orang diluar diri kita, padahal masalah besarnya terdapat dalam hati. Seharusnya kita berusaha untuk ‘Unggah’ atau men-setting hati dan pikiran supaya tetap riang karena Cinta to Allah and Rosul. Kalau sudah seperti itu akankah kita enggan meminta atau memberi maaf kepada sesama Makhluk Allah dan Umat Rosulullah..?!!.

Selamat Bermain Hati, barangkali akan terasa indah apalagi diBulan Suci….!!!!. Good Luck!!!.