Tarik subsidi BBM atau Naik harga BBM Juni 3, 2008
Posted by Nugraha Perdi in Sosial.trackback
“Hidup adalah sebuah Pilihan”, barang kali itulah kalimat dari orang bijak yang sedikit cocok untuk hari ini, ga tahu kalau hari esok. yang jelas hari ini seluruh rakyat indonesia diperhadapkan pada permasalahan yang terkait dengan Bahan Bakar Minyak disingkat:BBM. siapa yang ga tahu tentang isu BBM ini?. BBM bak berlian yang selalu diperebutkan orang sampai terkubur diliang lahat, maka orang yang tidak mengenal BBM bisa dipastikan orang tersebut masih primitif.
Dengan dalih “sayang sama rakyat” pemerintah indonesia dengan senang hati mengambil keputusan seperti ini, memang seperti itulah seharusnya, pemerintah harus melindungi dan mensejahterakan rakyatnya baik dari sektor kemiskinan, kesehatan, keamanan, pendidikan dll. Agar ter-realisasinya program pemerintah dalam melindungi masyarakat tersebut, maka Pemerintah dengan sangat senang hati memilih untuk “Menarik Subsidi BBM”.
Seiring dengan kebijakan pemerintah tersebut Rakyat Indonesia menyambut dengan sangat meriah dan penuh suka cita. Bisa kita lihat dilapangan, semua elemen masyarakat turun kejalan untuk menyambut dan memeriahkan kebijakan pemerintah tersebut dengan berbagai tradisi daerahnya masing-masing. Hari ini Rakyat Indonesia telah memilih untuk “Menaikan Harga BBM”, agak sedikit berbeda dengan Pemerintah Indonesia yang memilih untuk “Menarik Subsidi BBM”. Benar sekali kata orang, bahwa orang Indonesia itu sangat ramah dan toleran. Dengan naiknya harga BBM ini, persatuan rakyat indonesia semakin kuat, itu terbukti dengan ajang silaturahmi terjadi dimana-mana mulai dari SPBU, di Jalan raya, di kampus, disekolah apalagi ditempat yang strategis untuk silaturahmi yaitu di gedung dewan dan gedung pemerintah. Sungguh sangat luar biasa..!!.
Tapi kenapa poster ajang silaturahmi itu bertuliskan, “menaikan harga BBM = menindas rakyat” ???!!!. Ya, barangkali itu hanya sebagai ekspresi kecintaan pada dirinya sendiri (prudencial), bisa dilihat dalam kenyataanya bahwa masyarakat indonesia tidak gentar sedikitpun meskipun BBM naik 500%, banyak Rakyat indonesia yang beraktifitas tanpa menggunakan BBM. memang selain ramah dan toleran rakyat indonesia juga sangat cerdik, bayangkan aja, dahulu rakyat indonesia bisa memukul mundur pasukan belanda dan jepang hanya dengan senjata bambu runcing dan senjata tradisional lainya melawan Tank yang notabene menggunakan BBM.
Trus, kenapa ajang silaturahmi itu ada gontok-gontokan antar mahasiswa dan ada juga antara mahasiswa dengan polisi????!!…memang benar hal itu terjadi, itu merupakan salahsatu kreatifitas anak bangsa yang mencoba untuk mengukir prestasi atas nama bangsa indonesia dan hal itu harus ditingkatkan bukanya dibantai abis. Ini merupakan proses menuju indonesia yang lebih baik. Untuk melakukan sebuah perubahan kearah lebih baik harus melewati masa-masa pahit terlebih dahulu, sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pahlawan indonesia untuk membebaskan rakyat indonesia dari belenggu tiran. Jadi, gontok-gontokan itu merupakan perbuatan yang harus terjadi demi tujuan yang baik dan mulia.
Barangkali yang harus diperbaiki disini adalah cara berpikir kita yang cenderung menggantungkan diri pada BBM, padahal ada sesuatu hal yang lebih pantas untuk digantungi. Ga sedikit dari orang yang cara berpikirnya salah melahirkan tindakan yang kurang baik.[Perdi]

Komentar»
No comments yet — be the first.