Front Pembela Islam (FPI); memang harus membela “islam” Juni 3, 2008
Posted by Nugraha Perdi in Organisasi.trackback
Menarik untuk diperbincangkan untuk hari ini selain dari isu BBM, yang terkait dengan FPI. lagi-lagi FPI mengukir prestasinya yang cukup gemilang. Kemarin tepatnya pada tanggal 1 Juni bertepatan pada hari kelahiran pancasila, pasukan yang tergabung dalam laskar islam FPI menyerang sekelompok massa AKK-BB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) di monas jakarta. Hal ini bagi saya terlalu aneh, sementara orang-orang lagi nyantai dan menikmati kenaikan BBM, eh..FPI malah bikin acara sendiri yang sangat mengganggu orang banyak. Ada beberapa hal yang perlu dibahas disini terkait dengan Program FPI yang mengakibatkan sejumlah orang luka-luka.
Isu pertama masih seputar BBM, barangkali kebijakan pemerintah yang memilih “menarik subsidi BBM” itu sangat berefek luas, termasuk pada sektor ormas seperti FPI. Barangkali, FPI mempunyai metode tertentu yang mencoba untuk menahan kebijakan pemerintah itu dengan melestarikan program FPI yang cenderung bikin heboh, memang strategi ini sangat jitu untuk dilakukan, karena dengan strategi tersebut bisa dirasakan kepuasan tersendiri apalagi sampai melukai orang yang jelas-jelas orang tersebut menyebalkan dan sudah terlanjur kesal padanya. Bila perlu harus dibantai abis sampai ke-presiden-presidennya biar negara ini sehat. Orang sakit ga perlu ke dokter, dibunuh juga bisa selesai sakitnya.
Isu kedua seputar Ahmadiyah. Ga tahu kapan masalah ini akan selesai. FPI masih tetap ngotot untuk membubarkan ahmadiyah yang dianggap mencemari islam. Memang benar, seharusnya orang atau kelompok tidak boleh menjelek-jelekan atau mencemari nama baik orang lain apa lagi sampai melukai bahkan membunuh orang lain yang belum jelas kesalahannya. Lalu apa yang dilakukan oleh FPI akhir-akhir ini?!!. Fakta membuktikan, barangkali FPI sangat sayang terhadap islam atau lebih tepatnya islamnya versi Front Pembela Islam (FPI).
Isu ketiga tentang pemerintah yang dianggap masih kurang tepat dan lambatnya dalam mengambil kebijakan. Dari tragedi FPI ini juga sekarang jadi omongan besar dikalangan pemerintah dan FPI itu sendiri. Pemerintah menyalahkan FPI karena tindakanya, begitu juga FPI menyalahkan pemerintah yang belum juga membubarkan ahmadiyah. Dari sini terdeteksi bahwa pemerintah masih lambat/ ragu dalam mengambil keputusan, Ahmadiyah; bubarkan atau jangan ???, trus, FPI ditindak atau jangan??!!!. Ya, barangkali kita harus siap-siap aja, biar sekalian ancur FPI akan sikat presidennya sekalian melalui jalur hukum atau jalur lainya yang lebih relevan menurut FPI.
Isu ke empat seputar kemiskinan dan pengangguran. Seharusnya pemerintah merasa bangga terhadap adanya ormas FPI ini, ya setidaknya mereka ada kegiatan. Karena organisasi merupakan suatu wadah untuk berhimpunya beberapa individu. Hal ini akan sangat bagus apalagi kalau tersalurkan secara sehat. Organisasi yang sehat pasti didalamnya ada individu-individu yang sehat pula dan tidak serampangan. Dan organisasi yang sehat harus di gerakan oleh ideologi yang kokoh yang mempunyai nilai-nilai kebenaran, sehingga perbuatannya pun menjadi perbuatan yang mulia dan bijak. Lalu FPI ???. FPI memang sudah kokoh meskipun kita lihat dari luar hanya sebatas otot saja. lebih jauhnya kita tidak pernah tahu, karena akan sulit sekali untuk menemukan kebenarannya ketika diajak main otak malah main otot. Berkaitan dengan isu kemiskinan dan pengangguran ini memang sangat perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh, karena dari sinilah terlahir orang-orang yang cenderung main otot.
Untuk isu selanjutnya saya simpan dulu untuk bahan pertimbangan. Yang jelas kita sebagai warga negara hukum ga perlu ngambil alih hukum seenaknya, dan kita sebagai makhluk Tuhan ga perlu untuk menjadi Tuhan.
Komentar»
No comments yet — be the first.