Tafsir “gotong Royong” untuk “Subang Maju” Mei 15, 2008
Posted by Nugraha Perdi in agama.trackback
“Rakyat Subang”, jawab: “Gotong Royong”, “Subang”, Jawab: “Maju”. Setidaknya Kalimat sepeti itu yang sering saya dengar ketika para pejabat Subang wabil khusus Mang Eef (bupati Subang) mengawali ceramahnya dibeberapa tempat dan moment tertentu. hal ini cukup menarik sekaligus sangat berbahaya kalau tidak kita tafsirkan secara benar, why ?.
dari falsafah gotong royong mang eef tersebut ada 2 term yaitu “Rakyat Subang Gotong royong” dan “Subang Maju”, jadi gotong royong merupakan bahan dasar bagi subang untuk maju ?. tetapi disini akan sangat rumit ketika dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan berikut : 1. Rakyat Subang yang mana ?, 2. Gotong royong dalam segi apa ?, 3. Subang maju dalam sisi mana ?.
Dari pertanyaan-pertanyaan diatas, maka perlu kiranya memperjelas masalah penafsiran falsafah tersebut, sehingga bisa lebih mudah, logis dan konkrit bagi masyarakat (subang khususnya).
Menarik untuk diperbincangkan disini, bahwa gotong royong merupakan konsekuensi logis dari suasana kepercayaan kepada Tuhan yang oleh sebagian umat beragama disebut sebagai “Iman”. masalah ini (gotong royong) jadi sangat tergantung pada bagaimana cara kita menaruh kepercayaan pada Tuhan!!. Secara ideal, konsekuensi dari suasana kepercayaan itu akan menumbuhkan sikap solidaritas kemanusiaan dan keterbukaan yang paling harmonis di dalam segala perbedaan.
Ya paling tidak, sebuah usaha dalam menjelajahi suasana kepercayaan itu tidak akan pernah sia-sia bagi kehidupan!, selamat bereksperimen…! [Perdi]
Salam kenal..
saya link ya blog nya di web saya
http://www.igun.web.id