jump to navigation

Kita yang selalu Hilang Kendali Januari 4, 2011

Posted by Nugraha Perdi in agama.
1 comment so far

Seringkali aku bangun tidur tengah malam hanya untuk buang air kecil. tak perlu ku kendalikan kakiku dengan sendirinya akan melangkah kearah WC, dan tak perlu kusuruh air kencingpun akan segera mengairi lubang saluran septik tank, dan tak perlu dijelaskan berapa kedalaman septik tank tersebut.

haruskah kita seperti aku yang selalu bagitu… bahkan ketika bangun tidur, sederet problem kehidupan bermunculan, dari mulai penampilan sampai Kerja sampingan yang berujung duit.

Tak begitu khawatir dengan penampilan moral dan tugas suci. Perjanjian suci kita hampir tak pernah terjadi di alam materi. kita yang dibekali fitrah yang selalu gandrung akan hal-ahal suci hampir tidak dalam kontrol penuh dan selalu hilang kendali.

Tips and Trik Sukses UN ala Sakadang Kuya Maret 31, 2010

Posted by Nugraha Perdi in Pendidikan.
add a comment

Entah harus dari mana harus memulai, akhir-akhir ini UN menjadi topic hangat yang wajib mendapat perhatian dari setiap orang, dari mulai presiden sampai buruh tani yang mempunyai anak sekolah ikut nimbrung mengomentari perkara UN namun barangkali perbedaanya cuma dari isi obrolan. Kalau presiden dan menteri bicara bahwa harus melaksanakan UN dengan standar nilai ditentukan oleh Negara (baca: sekarang 5,5) dan sebagai tambahan kebijakan maka perlu ada ujian susulan bagi siswa yang tidak lulus UN, tapi kalau buruh tani bicara dengan menekan anaknya supaya harus lulus UN “…karena kalau tidak lulus kamu pasti tahu akibatnya hidup dijaman yang serba canggih, mahal, mewah, kerja susah, yang pada akhirnya kamu akan mewarisi penderitaan bapakmu sebagai buruh tani nak…”.

Perlu kiranya disinggung disini terkait kontroversi UN yang sekarang berlangsung, ada  yang setuju dan ada pula yang tidak setuju yang didukung dengan berbagai argumentasi yang kuat dari masing-masing. Tapi sudahlah, disini tidak perlu lagi ada argumentasi penguat untuk mendukung salahsatu pihak. Hanya perlu sedikit sorotan yang lumayan lucu, bahwa dengan adanya UN ini jadi sering muncul di TV tentang banyak siswa yang nangis-nangis minta tolong sama tuhan untuk dimudahkan, bahkan ada yang stress ringan sampai berat. Dan jangan salah, guru pun merasakan hal yang sama namun tingkat ke setressannya lebih ringan dari siswanya dikarenakan barangkali karena pengalaman. Padahal beban profesi guru sangat berat, bayangkan saja dia (guru) mengajar selama 3 tahun dipertaruhkan hanya dengan kurang lebih 4 hari saja anak didiknya mengerjakan soal-soal UN. Hal tesebut juga berlaku terhadap siswa, belajar selama 3 tahun harus dipertaruhkan selama kurang lebih 4 hari saja.

Tips and trik sukses UN versi penulis sebenarnya sangat mudah dan sederhana saja;

“pada suatu hari sakadang kuya dan sakadang Monyet mau menanam pohon pisang. Sakadang Monyet menanam buahnya (jantung) dengan harapan supaya besok atau lusa tumbuh dan bisa langsung disantap. Tetapi sakadang kuya menanam anak pohon pisang dengan harapan pohon itu tumbuh normal sampai besar dan berbuah pisang yang matang dan sehat. Dengan nada keheranan sakadang monyet mengejek perbuatan sakadang kuya “hei Kuya, kamu itu aneh-aneh saja, mau pisang kok malah nanam anak pohon pisang…he he he, dasar blegug!” kemudian sakadang kuya jawab “emang kamu nanam apanya supaya jadi pisang ?, ga usah usil deh mending kita taruhan saja siapa duluan yang dapat pisang yang paling enak, ok!” . singkat cerita, setelah beberapa bulan hasil kerja sakadang kuya sudah mulai kelihatan, pohon yang dia tanam sudah mengeluarkan pisang, tetapi jantung yang ditanam sakadang monyet malah menjadi busuk.”

Tips : Dari cerita tersebut penulis mencoba mentafsirkan bahwa yang perlu disadari adalah tidak ada jalan pintas untuk menghasilkan sesuatu yang sehat dan nikmat semuanya butuh proses, terkadang menjalani proses sering tidak serius dan inkonsisten. Oleh karenanya, bisa kita kaitkan dengan apa yang sedang dibahas sekarang bahwa tak ada jalan pintas menuju UN.

Trik: setelah tips diatas maka telah menjadi aturan baku bahwa proses harus dilaksanakan dengan semaksimal dan sekonsisten mungkin terlepas dari bagus atau tidaknya hasil. Maka yang perlu disiapkan adalah sesuatu yang berkaitan dengan proses yang dalam hal ini adalah proses pembelajaran yang barangkali meliputi ; media, profesionalitas, kreatifitas dari pendidik dan peserta didik, dsb. [perdi]

Syirik Maret 31, 2010

Posted by Nugraha Perdi in agama.
add a comment

Fasilitas yang diberikan Tuhan pada manusia amatlah sempurna, berbeda dengan makhluk selain manusia. Salah satu pembedanya yaitu fasilitas akal budi dengan berbagai fakultasnya. Maka Maha Adil Tuhan yang telah menganugerahkan jabatan kepada manusia sebagai “wakil-Nya” di muka bumi akibat betapa sempurnanya fasilitas yang dimiliki manusia. Berkaitan dengan hal itu, syirik yang sering diidentikan dengan penyekutuan Tuhan adalah dosa yang tak terampuni. Manusia yang melakukan dosa macam ini terancam hukuman maha berat, akibat perbuatannya yang rela diperbudak oleh sesama makhluk Tuhan, padahal sudah dikatakan diawal bahwa manusia adalah wakil-Nya sehingga ketika dia rela menyembah sesuatu selain Tuhan berarti dia dengan sengaja membiarkan dirinya untuk dijajah oleh sesama makhluk Tuhan dan dengan sendirinya derajat dia sebagai manusia sudah terjatuh. Bagaimana tuhan mengampuni dosa ini jika manusia itu sendiri merasa suka rela diperbudak dan dijajah oleh sesama makhluk Tuhan yang amat lemah. Maha Suci Tuhan dari segala keburukan dan kekurangan..

Syirik merupakan penyakit paling kronis yang menghinggapi manusia, bahkan lebih parah daripada kanker dan tumor yang paling ganas sekalipun, bisa dipastikan orang yang berbuat syirik berarti orang berpenyakitan baik fisik ataupun non-fisik. Tubuhnya penuh racun berbisa. Bagaimana tidak, dia secara sadar menjatuhkan dirinya sendiri baik fisik dan non-fisik jauh terlempar melampaui batas nilai kemanusiaan secara hakiki, lebih rendah daripada makhluk ter-rendah, lebih sakit daripada makhluk tersakit dan lebih jahat daripada makhluk terjahat. Maka Puji Tuhan atas Segala KaruniaNya.

Karunia Nya atas dia (manusia) sebagai makhluk tertinggi di semesta raya telah diabaikan secara total dan sadar, maka pantaslah kondisi tersebut menyeret dia pada penderitaan yang tanpa ujung yang semakin jauh dari pengampunanNya yang tanpa batas. [perdi.]

Bermutu HMI dan HMI Bermutu Maret 31, 2010

Posted by Nugraha Perdi in Organisasi.
add a comment

Telah lama aku tidak mengisi tulisan diblog kesayaganku, karena mungkin terlalu banyak hal yang membutuhkan semangat ikhtiari yang cukup serius. Maklumlah, kini ku kerja sebagai guru di sebuah sekolah menengah pertama jauh ditengah hutan yang beralaskan tanah merah, sehingga jika hujan sepatuku akan berubah warna yang tadinya hitam menjadi merah tanah dan lengket dikaki. Ah, ingin rasanya kuakhiri pengalaman ini. Tapi, aku sadar bahwa sewaktu aku di HMI aku ingin jadi instruktur.. apalah daya, keinginan tinggal hanya keinginan, aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri barangkali waktu itu aku belum bermutu sekelas HMI. Ketika bayangan keinginan itu muncul maka semangat mengajarpun muncul kembali.

Sulit ku terima, kini ku terdampar ditengah hutan belantara. Sedangkan kawanku seangkatan yang lulus seleksi sebagai trainer/ pemateri local dan interlokal di HMI kini hari-harinya dihabiskan diberbagai Negara orang. Hari ini jepang dan besok harus segera ke amerika serikat untuk mengisi materi, bahkan hari minggu-pun harus ia habiskan waktunya dinegara mesir untuk mengisi pengajian dengan kawan mahasiswa disana. Bahkan banyak kawan mahasiswa rusia, india sampai korea yang membutuhkan kajian-kajian bersamanya. Ya , maklumlah, secara internasional waktu itu hanya ada ratusan orang saja pemateri/ instruktur saja yang telah mendapatkan SK dari PB HMI Indonesia sebagai orang yang sudah Bermutu sekelas HMI, padahal anggota HMI diseluruh dunia waktu itu sudah hampir menyaingi penduduk Indonesia, hampir 200 juta orang yang tersebar diberbagai Negara.

Menjadi instruktur HMI waktu itu adalah prioritas utamaku daripada punya pacar. Bagaimana tidak, dari segi materi sudah dijamin. Fasilitas mobil mewah dan rumah mewah akan menjadi warna hidup mereka. Asuransi jiwa dan kesehatan diberi, padahal tanpa itu, meskipun masuk rumah sakit dijamin tidak akan bayar, karena HMi waktu itu mempunyai banyak rumah sakit gratis diberbagai cabang. Tidak hanya rumah sakit gratis, fasilitas pendidikan gratis seperti TK, SD/ MI, SMP/ MTs, SMA/ SMK/ MA dan perguruan tinggi/ universitas telah tersedia diberbagai cabang. Dan jika seorang instruktur HMI yang telah mempunyai keluarga dan mempunyai anak, maka anaknya bebas mau masuk sekolah manapun di HMI tanpa membayar iuran sepeserpun, bahkan setiap bulan ia diberi uang saku sebanyak Rp. 600.000,. Berbeda dengan orang miskin yang bersekolah di HMI, jika dia (anak orang miskin) bersekolah di HMI maka ia wajib mendapat tunjangan selama ia bersekolah sebanyak Rp. 2.500.000 per bulan.

Ah, ingin sekali aku bertemu dengan kawan sebangku-ku waktu ikutan basic training bersama. Dia sekarang tinggal di kota Amsterdam. Waktu aku kirim pesan lewat e-mail, dia sempat membalas suratku sambil merayuku untuk pergi ke Amsterdam. Padahal tiket pesawat waktu itu gratis kenegara manapun syaratnya harus menunjukan kartu keanggotaan HMI, karena bandara internasional tersebut adalah milik kader HMI. Cukup saja kubalas suratnya dengan “selamat berjuang kawanku, yakin usaha sampai”.

Kini ku telah beristri dan mempunyai satu anak. Untuk menafkahi anak istriku dengan susah payah aku banting tulang mengajar di Sekolah SMP negeri dengan gaji hanya Rp. 1.600.000,- per bulan, padahal jika saja aku lolos menjadi instruktur HMI waktu itu aku dan istriku serta anakku telah tinggal dirumah mewah dan memakai mobil mewah dengan gaji perbulanya sekitar 75 juta. Ah, hal itu kini tinggal kenangan.

Kenangan yang paling mengesankan di HMI waktu itu adalah ketika ikut basic training bersama kawanku itu, waktu itu kebetulan ada materi ICT yaitu tentang pengenalan seputar ilmu computer (software dan hardware) yang pematerinya adalah William Henry Gates (Bill Gates) pemilik perusahaan Microsoft corporation terbesar di amerika serikat dan didunia. Pada waktu Sholiskan tiba kawanku ingin minta tandatangan tapi bingung ngomongnya gimana, lalu aku kasih tahu dia untuk bilang “hi Mr. I want to drink, pliz!”, dan dia langsung mempraktekan saran saya itu.

Hampir saja ku teguk air teh manis di dalam gelas kesayanganku, istriku memanggil “ayahanda, hari ini masuk sekolah kan!???…” segera kurespon kalimat itu dengan ciuman di pipi istriku. Kalimat tadi merupakan kalimat pembuka di awal hariku untuk berikhtiar, artinya aku harus bangun dan kerja mencari sesuap nasi… [perdi]

Benar November 22, 2009

Posted by Nugraha Perdi in agama.
add a comment

BENAR bukanlah kata yang harus diklaim atau dicari melainkan harus di singkapkan kotoran-kotoran disekeliling kebenaran itu, sehingga kebenaran terlihat sebagaimana kebenaran itu sendiri dan bukan hanya persepsi atau sudut pandang tertentu. manusia mana yang tak butuh kebenaran, tiada lain hal itu sebagai argumentasi fitri bahwa manusia bahkan setiap yang berjiwa selalu berpihak pada kebenaran. Benar adalah bersih dari segala sesuatu apapun dan bersifat universal, maka tak berhak bagi siapapun untuk mengklaimnya. Karena yang benar hanya akan tetap menjadi benar maka tak mungkin berubah menjadi selainya, dia adalaha abadi. [perdi]

Prita…MERDEKA!!! Juni 11, 2009

Posted by Nugraha Perdi in agama.
add a comment

Bagi saya prita adalah suara hati setiap manusia yang bisa bergerak. Sisi kemanusiaan yang tercetus lewat perbuatan prita merupakan tindakan yang wajar dan sangat alamiah. Karena pada dasarnya setiap manusia mendambakan kesempurnaan. Menghalangi atau membantah sifat alamiah ini berarti sudah melanggar hukum nature kemanusiaan sekaligus menghilangkan sisi kemanusiaan itu sendiri (“dosa yang tak terampuni”)
hal ini tidaklah sebanding dengan apa yang dia dapatkan. Sekarang sudah jelas siapa yang harus mendapat hukuman penuh atas masalah ini. Ini merupakan masalah yang sangat prinsip serta perlu mendapatkan penanganan yang sangat serius daripada isu untuk berebut dukungan kekuasaan.
MERDEKA!!!MERDEKA

Kontemplasi 6 Mei 27, 2009

Posted by Nugraha Perdi in agama.
add a comment

Riak-riak dari kejauhan sudah nampak tanda-tanda kehidupan manusia. Akhirnya para pemikir itu telah berhasil melewati hutan belantara selama kurang lebih satu hari satu malam. Hari menjelang senja dan cuaca yang sedikit mendung menggugah firasat mereka bahwa malam ini akan turun hujan dan mereka harus mendapatkan tempat berteduh dan beristirahat sejenak. Mulailah mereka mencari tempat tinggal hingga menemukan sebuah rumah yang besar dan megah, merekapun masuk menemui penghuni rumah itu dengan maksud untuk meminta ijin tinggal. Ternyata jauh dari harapan, mereka malah mendapat usiran karena pemilik rumah megah itu tidak mau ditinggali oleh orang-orang kumuh seperti mereka berdua.

Tidak putus asa mencari tempat penginapan gratis, akhirnya mereka menemukan sebuah rumah yang lebih kecil dan sederhana daripada yang tadi, tetapi merekapun mendapat perlakuan yang sama dari pemilik rumahnya. Dengan nada kecewa pemikir junior berkata; “Barangkali hanya Tuhan kita sajalah yang paling baik, yang memberikan segala sesuatu secara gratis tanpa pandang bulu, betul tidak senior?”. “Ya, kamu betul”, jawab senior singkat.

Hujan-pun mulai turun membasahi tubuh mereka dan hari semakin gelap menyelimuti alam raya sedangkan mereka belum mendapatkan tempat berteduh. Sambil berjalan setengah lari akhirnya mereka menemukan sebuah bangunan kumuh yang beratapkan jerami tanpa dinding. “bolehkah kami berteduh disini?”, Tanya senior sambil menyelipkan badanya dibawah atap jerami. “Oh, tentu saja boleh,mari silahkan”. Ajak salah satu penghuni bangunan tersebut.

Suasanapun mulai hening. Sambil menunggu hujan reda, junior mengajak ngobrol pada seniornya; ”aku tahu senior…kenapa dirumah bagus tadi kita di usir tetapi disini tidak kena usir”, kata junior dengan nada sok tahunya. ”ya, kenapa ya kok bisa gitu…?”, tanya senior penasaran. ”ya..karena rumah bagus tadi bukan tempat penginapan umum gratis, tetapi kalau disini kayaknya tempat pengungsian gratis. Lihat aja mereka penghuni tempat ini, jumlah mereka lebih dari 10 orang semuanya bawa tas besar-besar lagi pasti isinya pakaian+harta..kebanjiran kali yeach…”, jawab junior dengan sedikit berbisik pada seniornya. ”SSsstt…sudahlah wahai junior, janganlah kau membicarakan orang lain, itu tidak baik, OK!!”. kata senior dengan nada protes.

Sejenak suasana hening kembali. Udara malam mulai terasa dingin menembus kulit mereka. Orang-orang penghuni gubuk itupun sudah tertidur pulas. Melihat perbekalan mereka, sepertinya mereka adalah orang-orang pengelana yang telah melakukan perjalanan jauh, entah akan kemana akan terus berjalan.

Ditengah suasana yang hening itu, tiba-tiba junior bertanya pada seniornya; ”O ya senior, setelah dipikir-pikir kenapa juga tuhan menciptakan manusia secara beragam, ada yang miskin ada yang kaya, ada yang percaya pada-Nya ada juga yang tidak seperti kepala suku brenye dari pulau capung itu, kenapa ya senior, padahal Dia kan Maha Kuasa,kenapa Dia tidak menjadikan kita semua orang yang kaya dan taat kepada-Nya, pasti semuanya aman lancar dan terkendali, betul tidak senior?”. ”ooOh…jadi kamu udah mulai frustasi miskin terus…?!!. menurut saya, Tuhan kita tidak mungkin sedang main-main. Keragaman adalah kehendak dari-Nya yang Maha Bijak. Banyak hikmah yang dikandung dari keberagaman, salahsatunya kita bisa saling memberi dan menyayangi, dan itu akan terasa lebih indah, betul tidak?…dan berarti, tindakan menyeragamkan dari keragaman anugerah Tuhan ini sama dengan melawan hukum Tuhan itu sendiri dan itu mustahil”, Argunmen senior.

Argumentasi dari seniorpun dijawab dengan ngorok yang menarik dari juniornya. Dengan nada kesal senior berkata; ”hei..junior, argumentasi saya belum selesai..!!”. meski mendapat teguran dari seniornya junior tetap saja betah dialam bawah sadarnya. [-perdi-]

Bersambung….

Caleg Ksatria Pecundang 2009 Mei 27, 2009

Posted by Nugraha Perdi in agama.
1 comment so far

“Partai kita bukanlah sebuah partai yang demokratis, paling tidak dalam arti traditional yang biasanya dilekatkan pada kata tersebut” (Gramsci, Mei 1925)

“tentang ‘kita’ dan ‘rakyat’ seolah-olah keduanya adalah entitas yang terpisah; di mana kita (siapakah yang disebutnya ‘kita’?), sebagai partai aksi, dan rakyat sebagai sebuah kawanan kaum buta dan bodoh”. (Leonetti)

Pesta Demokrasi. Seperti itulah yang hari ini masih ramai ditelinga sebagai sebutan lain untuk pemilu legislative tahun 2009. dimana orang-orang berebut untuk mendapatkan kursi di DPR pusat sampai DPRD Kota/ Kabupaten dengan alat perangnya tiada lain adalah partai. Peralatan perangpun mulai dipersiapkan apalagi pesta ini akan menentukan pesta selanjutnya, yaitu Pilpres, antara lain atribut partai diperbanyak guna membius minat masyarakat bawah, membentuk kelompok kecil yang siap mati di medan pertempuran (tim sukses) dan tidak lupa lumbung-lumbung logistic mulai dipertontonkan sebagai bentuk unjuk kekuatan partai.

Genderang perang telah dibunyikan, saatnya kini kita mempersiapkan diri. Saya tidak tahu apakah kita harus senang atau sedih. Pasalnya banyak Caleg sekaligus anggota dari sebuah partai politik yang mengalami depresi sampai ada yang mati dalam pertempuran. Mereka gugur karena didera kekalahan yang telak. Perjuangan mereka sudah ancur-ancuran dengan mengorbankan segala apa yang mereka miliki, meskipun tidak sampai menjual kolor mereka. Bagaimana hati tidak kan hancur jika kondisinya seperti itu. Lebih baik mati sebagai ksatria di medan pertempuran dari pada kalah menyedihkan, Wwwueeesh…

Sudah dapat diperkirakan sebelumnya, bahwa Caleg yang akan mengalami kekalahan dalam peperangan berjumlah sangat banyak karena tidak sebanding dengan kursi yang telah disediakan di Badan Legislatif yang relative lebih sedikit dari pada yang mendaftar untuk duduk di kursi tersebut. Jadi, Caleg “Ksatria Pecundang” pun sudah dapat diperkirakan akan membludak.

Istilah demokrasi yang seharusnya menuntut sikap terbuka dan saling menghargai serta legowo kini ternodai oleh para ksatria pecundang ini. Tidak jarang para caleg yang beradu fisik untuk berebut kursi. Sejujurnya saya tidak rela jika diantara mereka ada yang duduk dikursi legislative, karena merekalah yang akan menampung segala aspirasi rakyat dan menjalankan serta mengotak-atik system, bisa dibayangkan akan seperti apa jadinya. Selain mereka berdosa pada dirinya sendiri, mereka juga telah berdosa pada rakyat karena telah berkhianat. Dia dipilih oleh rakyat, tetapi mereka malah sibuk bertempur demi sebuah kursi bukan untuk rakyat tapi untuk dirinya sendiri. Rakyat adalah kawanan kaum buta dan bodoh yang harus mereka mainkan untuk menyokong kedaulatan mereka..

Lalu, orang seperti apakah yang layak duduk dikursi legislative itu?,

Yang jelas dia harus sudah melampaui batas-batas hasrat material atau duniawinya, sehingga dimata dia kepentingan bersama adalah prioritas yang harus diperjuangkan dari pada kepentingan pribadinya. Sisakanlah orang-orang seperti itu dimuka bumi ini ya Tuhan-ku, demi hamba-hambaMu yang menginginkan perubahan. Amin…calegila

Sekolah! Mei 11, 2009

Posted by Nugraha Perdi in agama.
1 comment so far

Image(110)
Karena setiap orang wajib menggunakan potensi akal pikirannya untuk mengetahui sesuatu, maka setiap orang itu berhak mendapatkan ilmu pengetahuan baik secara formal ataupun nonformal. Kondisi ini menuntut negara untuk bertanggungjawab terhadap rakyatnya agar setiap orang tanpa pengecualian harus bisa merasakan nikmatnya menimba ilmu di sekolah. Sekolah merupakan sarana formal untuk menuntut ilmu sebagai upaya Negara untuk mempermudah rakyatnya dalam mengaktifkan potensialitas akalnya demi kehidupan yang lebih berharga. Jika, masih banyaknya problem dalam masalah pendidikan kita hari ini, maka hal itu mencerminkan kedustaan serta pengkhianatan Negara terhadap rakyatnya.

Belajar ! Mei 11, 2009

Posted by Nugraha Perdi in Pendidikan.
1 comment so far

Belajar merupakan gerak alamiah manusia dari ketidaktahuan menjadi tahu dalam arti proses menuju pengetahuan baru. Belajar adalah konsekuensi bagi mereka yang masih mempunyai akal pikiran. Menghentikan proses belajar berarti menghilangkan identitas sebagai makhluk yang berakal. Dan ketika itu pula dia sudah mensejajarkan posisinya dengan hewan atau tumbuhan. Secara otomatis tindakan dia merupakan tindakan orang tersesat, karena dia telah merendahkan martabatnya sebagai makhluk paripurna ciptaan Tuhan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.